Quality Function Deployment (QFD)


  QUALITY  FUNCTION DEPLOYMENT (QFD)
Quality Function Deployment (QFD) digunakan untuk perancangan dan pengembangan produk menurut kebutuhan dan keinginan konsumen. Perancangan diartikan sebagai proses pendefinisian produk secara sistematis dan rasional sehingga memenuhi kebutuhan dan memuaskan keinginan konsumen. Proses ini mengkaji ulang kebutuhan dan keinginan konsumen yang telah dirumuskan pada tahap pemasaran, dan berakhir dengan pendefinisiannya, informasi rinci dan terstruktur dari produk yang akan dibuat, sehingga siap untuk direalisasikan lebih lanjut pada tahap produksi. Menurut Cohen (1995), Quality Function Deployment (QFD) merupakan suatu metoda pengembangan produk yang terstruktur dan juga merupakan suatu metoda perencanaan produk yang memungkinkan tim pengembang suatu perusahaan untuk menjelaskan spesifikasi kebutuhan dan keinginan pelanggan sehingga kemudian mereka dapat mengevaluasi kelebihan dan kekurangan dari setiap produk yang ditawarkan.

 Konsep Dasar Quality Function Deployment (QFD)
Konsep dasar Quality Function Deployment (QFD) pertama kali diperkenalkan oleh Yoki Akao, Professor of management engineering dari Tagawa University, yang dikembangkan praktek dan pengalaman industri-industri di Jepang, pada tahun 1972 oleh perusahaan Mitsubishi, dan berkembang dengan berbagai macam cara oleh Toyota dan perusahaan lainnya.
Konsep dasar Quality Function Deployment (QFD) sebenarnya adalah suatu cara pendekatan untuk mendesain produk agar dapat memenuhi keinginan konsumen. Konsep dasar Quality Function Deployment (QFD) tersebut secara tidak langsung mewakili karakter masyarakat Jepang yang antara lain adalah :
·         Hinsitsu, yang berarti kualitas
·         Kino, yang berarti fungsi atau mekanisasi
·         Tenkai, yang berarti penyebaran, difusi, pengembangan atau evaluasi

Pada awal QFD diperkenalkan sebagai Quality Feature Deployment dengan harapan bahwa orang akan mengerti arti QFD hanya dengan mendengarkan istilahnya saja, namun kemudian ilmuan Amerika Serikat menetapkan QFD sebagai Quality Function Deployment. QFD jadi terkenal secara luas di Amerika Serikat berkat usaha Don Claussing dari Fuji-Xerox Corporation dan Bob King yang merupakan direktur GOAL/QPC. Menurut Cohen (1995), publikasi lain yang dilakukan di Amerika Serikat antara lain :
·         Quality Function Deployment and CWQC in Japan Oleh Prof. Masao Kogure dan Yoji Akao, Tamagawa University, dipublikasikan dalam majalah Quality Progress, Oktober 1983.
·         Articles on QFD oleh Bob King dan Lou Cohen pada National Productivity Review, edisi musim semi dan musim panas tahun 1988.
·         Seri artikel tentang QFD pada majalah Quality Progress bulan Juni 1988.
·         Kursus manual selama tiga hari tentang QFD untuk angota ASI.
·         Prosiding tahunan tentang simposium QFD.
·         The House of Quality oleh John Hauser dan Don Claussing, Harvard Business Review.

Definisi Quality Function Deployment (QFD)
Quality Function Deployment (QFD) merupakan suatu metodologi yang digunakan oleh perusahaan untuk mengantisipasi dan menentukan prioritas kebutuhan dan keinginan konsumen, serta menggabungkan kebutuhan dan keinginan konsumen tersebut dalam produk atau jasa yang disediakan bagi konsumen. Berikut ini dikemukakan definisi QFD :
·         QFD adalah metologi terstruktur yang digunakan dalam proses perencanaan dan pengembangan produk untuk menetapkan spesifikasi kebutuhan dan keinginan konsumen, serta mengevaluasi secara sistematis kapabilitas suatu produk atau jasa dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen (Cohen, 1995).
·         QFD adalah suatu metodologi untuk menterjemahkan kebutuhan dan keinginan konsumen ke dalam suatu rancangan produk yang memiliki persyaratan teknis dan karakteristik kualitas tertentu.
Penggunaan QFD dalam proses perancangan produk akan membantu manajemen dalam memperoleh keunggulan kompetitif melalui proses penciptaan karakteristik dan atribut kualitas produk atau jasa yang mampu meningkatkan kepuasan konsumen. Disamping itu, penerapan metodologi QFD juga mampu menjamin bahwa mengenai kebutuhan konsumen yang diperoleh pada tahap awal proses perencanaan diterapkan pada seluruh tahapan siklus produk, mulai tahap konsep desain, perencanaan komponen, perencanaan proses dan produksi, hingga produk sampai ketangan konsumen.
Menurut Cohen (1995), aplikasi QFD dibatasi oleh imajinasi seseorang. Tujuan dasar QFD adalah untuk mendorong para pengembang produk dengan metoda sistematis untuk menyebarkan suara pelanggan (voice of costumers) ke dalam desain produk, sehingga pengusaha mampu mengevaluasi respon potensial dalam menghadapi kebutuhan dan keinginan pelanggan yang universal. Dengan proses QFD maka tim pengembang dapat mengetahui secara pasti yang menjadi kebutuhan, persepsi dan preferensi konsumen terhadap produk yang ditawarkan visi dan perencanaan secara detail tersebut dihasilkan melalui konsistensi dari seluruh tim dan dimulai dari tempat yang sama, yaitu House of Quality (HOQ). HOQ memperlihatkan struktur untuk mendesain dan membentuk suatu siklus, dan bentuknya menyerupai sebuah rumah. Kunci inputan bagi matriks kebutuhan konsumen adalah kebutuhan dan keinginan konsumen, informasi strategi produk, karakteristik kualitas produk nilai target.
Hal ini penting karena hampir semua organisasi (bisnis) menghadapi persaingan, misal dengan adanya perubahan harga, pengenalan produk baru, ataupun melakukan inovasi produk dari produk yang telah ada.
Salah satu perubahan yang terpenting adalah munculnya produk atau system pelayanan baru yang menyebabkan terbentuknya suatu persaingan baru. Pada saat suatu perusahaan mengeluarkan produk dan atau pelayanan barunya, maka perusahaan lain yang menjadi pesaing harus segera memikirkan jalan keluar untuk memperbaharui produk atau pelayanannya, maka akan terbentuk suatu siklus pengembangan produk dan pelayanan. Siklus ini akan berjalan terus dan semakin cepat waktu siklus untuk tahap (kualitas) maka akan semakin baik bagi suatu perusahaan.
Menurut Cohen (1995), kunci kemampuan kompetitif adalah kemampuan untuk menjawab tantangan dalam memproduksi suatu produk dan atau pelayanan dengan cepat. Namun terdapat beberapa penghambat bagi perusahaan untuk memproduksi produk dan atau pelayanan dengan cepat, yaitu :
·         Pengertian yang rendah tentang kebutuhan pelanggan.
·         Kesalahan strategi dalam menentukan skala prioritas.
·         Keinginan untuk mengambil resiko yang dapat dikembalikan.
·         Adanya kecenderungan terhadap penggunaan desain yang tidak berkembang atau tidak mampu memberikan pelayanan.
·         Penentuan spesifikasi yang terlalu tinggi.
·         Skenario pengujian yang salah dalam menentukan kesalahan utama.
QFD menerjemahkan kebutuhan pelanggan (Costumers Need) ke dalam kebutuhan teknik (Technical Response) untuk setiap tahapnya aktivitas, yang termasuk QFD adalah :
·         Penelitian pasar (Market Research).
·         Penelitian awal atau dasar (Basic Research).
·         Penemuan (Invention).
·         Pengujian prototype (Prototye Testing).
·         Pengujian produk akhir atau jasa (Final Product or Service Testing).
·         Jaminan atau garansi setelah pembelian (After Sales Service and Trouble Shooting).
Cara melihat kegunaan QFD sebagai sebuah pendekatan metode atau alat (Tools), didasarkan atas tiga dimensi (perspektif) yang berbeda yaitu :
·         Ruang lingkup atau kesiapan (Immediacy) : Strategic Benefits, Tactical Benefit. Strategic Benefit memiliki cakupan yang lebih luas dari Tactical Benefits.
·         Tempat (Place) : Internal Benefits  dan Market Place Benefits. Internal Benefits berpengaruh di dalam perusahaan; Market Place Benefits menunjukkan kenaikkan sales, kepuasan pelanggan meningkat, reputasi perusahaan meningkat dalam meraih pelanggan, dan kemampuan yang lebih baik dalam merekrut pekerja yang unggul (Top-Notch Employee).
·         Dapat diukur (Measurability) : Tangible Benefit adalah manfaat yang dapat diukur, contohnya pengurangan jumlah bulan untuk membawa produk ke pasar (Time of Market) atau jumlah uang yang diperoleh di atas perkiraan. Intangible Benefits adalah manfaat yang dapat diukur tetapi masih memiliki pengaruh positif.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Servqual

Teori Antrean

Potential Gain Customer Value