Teori Antrean
2.1
TEORI
ANTREAN
Dalam kehidupan sehari-hari kita sering
berhadapan dengan kondisi antrean. Pada sistem non-manufaktur kita jumpai
kondisi antrean ketika menunggu pelayanan di depan loket bioskop, bank, dan
lain-lain. Pada sistem manufaktur, kita jumpai kondisi antrean ketika bahan
baku atau barang setengah jadi menunggu untuk diproses oleh mesin-mesin yang
terbatas. Dari kedua sistem diatas dapat dilihat, bukan orang saja yang
mengalami antre, tetapi bisa juga barang atau juga mesin-mesin yang menunggu untuk
diperbaiki. Karena menunggu memakan waktu, sementara waktu merupakan sumber
daya yang berharga, maka pengurangan waktu menunggu merupakan tema yang menarik untuk dianalisa, tetapi bukan berarti
analisis antrean hanya membahas waktu menunggu.
Render dkk (2006, p658) mengartikan antrean
(waiting line/queue) sebagai orang-orang atau barang dalam barisan yang
sedang menunggu untuk dilayani. Suka atau tidak suka, manusia tetap harus
melakukan aktivitas antrean tersebut. Menurut Taha (2007, p546), fenomena
menunggu atau mengantre merupakan hasil langsung dari keacakan dalam
operasional pelayanan fasilitas. Secara umum, kedatangan pelanggan kedalam suatu
sistem dan waktu pelayanan untuk pelanggan tersebut tidak dapat diatur dan
diketahui waktunya secara tepat, namun sebaliknya fasilitas operasional dapat
diatur sehingga dapat mengurangi antrean.
Dari definisi-definisi diatas menurut buku
manajemen industri oleh Arman (2006, p400) definisi mengenai teori antrean
dibagi dalam 2 hal yaitu :
§ Sistem
antrean : sesuatu dimana kita mengobservasi
periode kemacetan secara terus menerus, misalnya lintasan tunggu, kerandoman
dari kedatangan unit-unit dan waktu yang dibutuhkan untuk melayaninya
§ Permasalahan
antrean : merupakan
masalah dimana kita mencoba menentukan kapasitas optimum bagi suatu fase
produksi (barang/jasa). Dalam studi mengenai antrean terdapat banyak model yang
digunakan dalam sistem antrean.
2.1.1
Komponen Proses Antrean
Pada sistem antrean terdapat tiga komponen
dasar yaitu kedatangan, disiplin antrean dan fasilitas pelayanan. Hubungan
antar komponen antrean terdapat pada Gambar 1.
Gambar 1
Komponen Sistem Antrean
1.
Kedatangan
Setiap masalah antrean melibatkan
kedatangan, misalnya orang, mobil, atau panggilan telepon untuk
dilayani. Kedatangan sering juga dinamakan proses input. Pada kedatangan
memiliki tiga karakteristik utama yaitu ukuran populasi kedatangan,
perilaku kedatangan, pola kedatangan.
Ukuran populasi kedatangan dilihat sebagai
tidak terbatas atau terbatas. Jika jumlah kedatangan pada sebuah waktu
tertentu tidak terbatas jumlahnya maka disebut sebagai populasi tak
terbatas. Dan sebaliknya jika jumlah kedatangan pada waktu tertentu di
batasi maka dikatakan populasi terbatas.
Hampir semua model antrean berasumsi bahwa
pelanggan yang datang adalah pelanggan yang sabar. Pada kenyataannya
mengenai perilaku kedatangan terdapat pelanggan yang pergi dari antrean.
Pelanggan yang sabar adalah mesin dan orang-orang yang menunggu dalam antrean
hingga mereka dilayani dan tidak berpindah garis antrean.
Pola kedatangan pada sistem antrean bersifat
acak. Kedatangan dianggap acak bila kedatangan tersebut tidak terikat
satu sama lain dan kejadian kedatangan tersebut tidak dapat diramalkan
secara tepat. Biasanya dalam permasalahan antrean pola kedatangan
diperkirakan sebagai distribusi probabilitas yang dikenal sebagai
distribusi poisson. Oleh karena itu, pola distribusi kedatangan perlu
dipastikan terlebih dahulu sebelum data diolah.
2.
Antrean
Panjang jalur antrean bisa terbatas atau
tidak terbatas. Panjang antrean disebut terbatas jika baris antrean
tidak dapat menampung lagi antrean yang ada karena keterbatasan fisik
(fasilitas). Sebaliknya panjang jalur antrean dikatakan tidak terbatas apabila
ukuran antrean tersebut tidak dibatasi, seperti pada kasus pintu tol
yang melayani mobil yang datang. Menurut Taha(2007,p548) pada baris antrean
terdapat lima jenis disiplin antrean yaitu :
§ First
Come First Served (FCFS), merupakan salah satu
disiplin antrean dimana pelanggan yang dilayani terlebih dahulu adalah
pelanggan yang datang lebih awal.
§ Last
Come First Served (LCFS), merupakan
salah satu disiplin antrean dimana pelanggan yang datang paling akhirlah yang
akan dilayani terlebih dahulu.
§ Service
in Random Order (SIRO), merupakan salah satu
elemen sistem disiplin antrean dimana pelayanan dilakukan dalam urutan acak.
§ Shortest
Processing Time (SPT), merupakan salah satu disiplin antrean dimana pelanggan yang
memiliki waktu pelayanan atau pemrosesan yang paling singkatlah yang akan
dilayani atau diproses terlebih dahulu.
§ General
Service Discipline (GD), digunakan jika disiplin antrean
tidak ditentukan dan hasil yang diperoleh akan sama dengan disiplin antrean
yang lain, misalnya FCFC dan LCFS.
3.
Pelayanan
Komponen pelayanan memiliki dua hal
penting dalam karakteristik pelayanan yaitu desain sistem pelayanan dan
distribusi waktu pelayanan. Pada desain sistem pelayanan umumnya
digolongkan menurut jumlah saluran yang ada dan jumlah tahapan. Untuk distribusi
pelayanan, pola pelayanan serupa dengan pola kedatangan dimana pola ini
bisa konstan ataupun acak.
Komentar
Posting Komentar