Importance Performance Matrrix
IMPORTANCE PERFORMANCE MATRIX
Metode Importance
Performance Matrix teknik ini dikemukakan pertama kali oleh J. A. Martilla
& J. C. James (1997) dalam Tjiptono & Chandra (2005) dalam artikel
mereka “Importance-Performance Matrix”
yang dipublikasikan dalam Journal of
Marketing. Importance
Performance Matrix adalah salah satu metode
peningkatan kualitas produk ataupun jasa. Diagram Importance Performance Matrix dapat dilihat pada Gambar 2.1.
Gambar
2.1 Importance Performance Matrix
Sumber:
Tjiptono & Chandra (2005)
Penjelasan
mengenai strategi pada masing-masing kuadran tersebut adalah sebagai berikut:
1. Kuadran
I (Concentrate Here), wilayah ini
memuat variabel-variabel yang dianggap penting oleh pelanggan tetapi pada
kenyataannya variabel-variabel ini belum sesuai seperti yang ia harapkan
(tingkat kepuasan masih rendah). Variabel-variabel yang masuk dalam kuadran ini
harus ditingkatkan. Caranya adalah perusahaan melakukan perbaikan secara
terus-menerus sehingga performance variabel
yang ada dalam kuadran ini akan meningkat.
2. Kuadran
II (Keep Up The Good Work), wilayah
ini memuat variabel-variabel yang dianggap penting oleh pelanggan dan
variabel-variabel yang dianggap oleh pelanggan sudah sesuai dengan yang
dirasakannya sehingga tingkat kepuasannya relatif lebih tinggi.
Variabel-variabel yang termasuk dalam kuadran ini harus tetap dipertahankan karena
semua variabel ini menjadikan produk/jasa tersebut unggul di mata pelanggan.
3. Kuadran
III (Low Priority), wilayah ini
memuat variabel-variabel yang dianggap kurang penting oleh pelanggan dan
kenyataannya kinerjanya tidak terlalu istimewa. Peningkatan variabel-variabel
yang termasuk di dalam kuadran ini dapat dipertimbangkan kembali karena
pengaruh terhadap manfaat yang dirasakan oleh pelanggan.
4. Kuadran
IV (Possible Overkill), wilayah ini
memuat variabel-variabel yang dianggap kurang penting oleh pelanggan tetapi
dirasakan sudah cukup memuaskan. Variabel-variabel yang masuk dalam kuadran ini
harus dipertahankan.
Matriks
importance dan performance disusun berdasarkan Nilai Indeks Kinerja (NIK) untuk importance dan performance. Nilai indeks kinerja kepentingan (importance) dan kepuasan (performance) akan membuat suatu titik
yang terdapat di dalam Impotance
Performance Matrix. Nilai indeks kinerja importance dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
NIKimportance
variabel i = ∑Xj / n
Keterangan:
NIK variabel i =
Nilai Indeks Kinerja importance untuk
variabel ke-i (i = 1, 2, 3,…k)
Xj =
Nilai/skor terpilih oleh responden
ke-j (j = 1, 2, 3,…n)
n =
Jumlah total responden
Nilai indeks kinerja performance adalah rata-rata skor tingkat pelaksanaan suatu
variabel yang mempengaruhi kepuasan, nilai indeks kinerja performance dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai
berikut:
NIKperformance
variabel i = ∑Xj / n
Keterangan:
NIK variabel i =
Nilai Indeks Kinerja performance untuk
variabel ke-i (i = 1, 2, 3,…k)
Xj =
Nilai/skor terpilih oleh responden ke-j (j = 1, 2, 3,…n)
n =
Jumlah total responden
Garis yang membagi
kuadran pada Importance Performance
Matrix merupakan titik koordinat untuk importance
dan performance yang diperoleh dari rata-rata nilai indeks kinerja importance dan nilai indeks kinerja performance. Rata-rata nilai indeks
kinerja importance membagi sumbu Y,
dan rata-rata nilai indeks kinerja performance
membagi sumbu X. Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut:
rata-rata NIK Performance = ∑Nik Performance / k
rata-rata NIK Importence = ∑Nik Importance / k
Keterangan:
K =
Jumlah variabel
Komentar
Posting Komentar