Balance Scorecard


BALANCED SCORECARD
Balanced Scorecard menurut Kaplan dan Norton (1996) merupakan suatu sistem manajemen pengukuran dan pengendalian yang secara cepat, tepat dan komprehensif dapat memberikan pemahaman kepada manajer tentang performance bisnis. Pengukuran kinerja tersebut memandang unit bisnis dari empat perspektif, yaitu keuangan, pelanggan, proses bisnis dalam perusahaan serta proses pembelajaran dan pertumbuhan. Balanced Scorecard memberikan kerangka bagi manajemen dan stakeholders lain untuk mengendalikan perubahan-perubahan penting secara organisasional dalam dinamika persaingan. Sejak kelahirannya di awal era 90-an, berbagai reportase dan tulisan atas pemanfaatan Balanced Scorecard di berbagai aspek aktivitas organisasi. Hal tersebut menunjukkan bahwa konsep Balanced Scorecard semakin luas digunakan di berbagai belahan dunia.

Manfaat Balance Scorecard
Balanced Scorecard sebagai alat ukur kinerja yang komprehensif dan koheren tentu memiliki berbagai manfaat yang dapat diterapkan pada setiap tahap sistem manajemen strategik yaitu pada tahap formulasi strategi, implementasi strategi dan evaluasi strategi.
1.         Pada tahap formulasi strategi, Balanced Scorecard memperluas cakrawala dalam menafsirkan hasil penginderaan terhadap trend perubahan lingkungan makro dan industri kedalam empat perspektif (keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, pembelajaran dan pertumbuhan) serta menerjemahkan strategi kedalam sasaran yang komprehensif, koheren, seimbang dan terukur.
2.         Pada tahap implementasi strategi menjabarkan inisiatif strategik kedalam program, kegiatan dan anggaran dalam empat perspektif sehingga bersifat komprehensif.
3.         Pada tahap evaluasi strategi, membandingkan hasil pengukuran pada tahap implementasi dengan target yang ditetapkan dalam perencanaan strategis dan anggaran
Berdasarkan uraian tersebut secara umum Balanced Scorecard sebagai sistem manajemen strategik lebih dari sekedar sistem pengukuran taktis atau operasional yang menghasilkan proses manajemen penting:
1.         Memperjelas dan menerjemahkan visi, misi, tujuan kedalam strategi.
2.         Mengkomunikasikan dan mengaitkan berbagai tujuan dan ukuran strategis.
3.         Merencanakan, menetapkan sasaran dan menyelaraskan berbagai inisiatif strategis.
4.         Meningkatkan umpan balik dan pembelajaran strategis.

Kelebihan Dan Keterbatasan
Sistem evaluasi kinerja Balanced Scorecard yang ditemukan oleh Robert S. Kaplan dan David P. Norton ini memiliki beberapa kelebihan yaitu komprehensif, koheren, seimbang, dan terukur.
1.         Komprehensif
Maksud dari komprehensif disini adalah Balanced Scorecard mengukur kinerja perusahaan lebih luas dan menyeluruh (komprehensif). Tidak hanya dari perspektif keuangan saja, namun juga dari perspektif pelanggan, perspektifbisnis internal dan pembelajaran/pertumbuhan. Perluasan perspektif tersebut memiliki manfaat sebagai berikut:
a.   Menjanjikan kinerja keuangan yang berlipat ganda dan berjangka panjang.
b.   Meningkatkan kemampuan perusahaan untuk memasuki lingkungan bisnis
yang kompleks.
2.         Koheren
Balanced Scorecard mengharuskan manajemen untuk membangun hubungan sebab akibat diantara berbagai sasaran strategis yang dihasilkan dalam perencanaan strategis. Setiap sasaran strategis yang ditetapkan dalam perspektif non keuangan harus memiliki hubungan dengan sasaran perspektif keuangan.
3.         Seimbang
Sebagaimana yang telah dijelskan pada bagian awal bab ini bahwa Balanced Scorecard bertujuan untuk menyeimbangkan konsep pemikiran dari manajemen agar tidak terlalu terfokus pada ukuran-ukuran dari perspektif keuangan. Sebagai akibat pengaruh konsep pengukuran kinerja perusahaan yang hanya menilai rasio keuangan. Sehingga mengabaikan perspektif lainnya.
4.         Terukur
Dalam Balanced Scorecard, semua sasaran strategik telah ditentukan alat ukurnya, baik untuk sasaran strategik di perspektif keuangan maupun non keuangan. Meskipun demikian sebagai sebuah teori, Balanced Scorecard juga memiliki beberapa keterbatasan yaitu:
a.  Ukuran utama yang diajukan belum tentu relevan digunakan di semua unit/ perusahaan. Balanced Scorecard seringkali memerlukan penyesuaian dalam penerapannya. Konsep ini cenderung dirancang untuk diterapkan pada perusahaan laba, sedangkan pada perusahaan nirlaba, koperasi dan lembaga pemerintahan memerlukan penyesuaian dengan kondisi yang ada. Bahkan pada beberapa perusahaan yang bersifat profit oriented pun, ukuran utama tersebut memerlukan penyesuaian sebelum dapat diterapkan di perusahaan tersebut.
b. Perusahaan kurang berani mengadakan pergantian karyawan. Hal ini kemungkinan besar terjadi dalam perusahaan yang menerapkan Balanced Scorecard sebagai akibat adanya ukuran utama retensi karyawan dalam perspektif pembelajaran dan pertumbuhan.
c.  Ukuran utama yang diajukan cenderung tepat diterapkan pada perusahaan yang memiliki strategi intensif.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Servqual

Teori Antrean

Potential Gain Customer Value