Kano Model
METODE KANO MODEL
Metode
Kano Model Sauerwein et al (1996) adalah sebuah metode yang dikembangkan oleh
Prof. Noriaki Kano yang bertujuan untuk mengkategorikan varibel suatu produk
ataupun jasa atas dasar seberapa baik produk atau jasa tersebut mampu memuaskan
keinginan atau kebutuhan para konsumen. Dibawah ini merupakan gambar dari kano
model, yang dapat dilihat pada Gambar 1
Gambar 1 Kano Model
Sumber : Sauerwein et al (1996)
Kano model Sauerwein et al (1996)
dibagi kedalam 3 (tiga) tipe kebutuhan produk atau jasa yang mempengaruhi
kepuasan dari konsumen, ketiga tipe tersebut adalah sebagai berikut :
1.
Must Be
Requirements (atribut
dasar), pada tipe ini konsumen akan merasa sangat tidak puas
jika kinerja atribut rendah (disfungsional), tetapi kepuasan konsumen tidak
akan meningkat walaupun kinerja atribut sudah terpenuhi karena konsumen
beranggapan bahwa hal ini sudah seharusnya ada pada produk atau jasa tersebut.
2.
One
Dimensional Requirements (atribut
yang diharapkan), pada tipe ini kepuasan konsumen
akan lebih meningkat jika kinerja atribut sesuai dengan keinginan konsumen,
atribut tersebut bersifat fungsional. Semakin atribut bersifat fungsional maka
konsumen akan semakin puas.
3.
Attractive
Requirements (atribut
kesenangan), pada tipe ini tingkat kepuasan konsumen akan meningkat
sampai tinggi dengan meningkatnya kinerja dari atribut. Akan tetapi penurunan
kinerja atribut tidak akan menurunkan tingkat kepuasan dari konsumen.
Tipe kebutuhan
produk atau jasa pada dasarnya hanya memberikan 3 (tiga) kategori, namun respon
yang diberikan oleh konsumen memungkinkan munculnya kategori yang lain yaitu I
(Indifferent), R (Reverse), dan Q (Questionable). Kategori I (Indifferent)
merupakan tipe kebutuhan dimana tidak memberikan pengaruh kepuasan kepada
konsumen atau dengan kata lain ada tidaknya kinerja atribut tidak akan
memberikan kepuasan dan ketidakpuasan kepada konsumen. Kategori R (Reverse) merupakan tipe kebutuhan
kebalikan dari One Dimensional,
dimana kepuasan konsumen akan tinggi ketika kinerja atribut berjalan tidak
dengan semestinya. Kategori Q (Questionable)
merupakan tipe kebutuhan dimana konsumen kadangkala akan merasa puas atau tidak
puas jika atribut ada kategori ini diberikan atau tidak diberikan sama sekali.
Metode Kano Model
dalam hal pengukuran kepuasan konsumen terhadap atribut dilakukan dalam
beberapa langkah (Sauerwein et al., 1996). Langkah-langkah dalam kano model
adalah sebagai berikut :
1.
Identifikasi atribut produk atau
jasa.
2.
Pembuatan kuesioner, pada kano model
kuesioner yang akan dibuat terdiri dari 2 (dua) jenis pernyataan yaitu jenis
kuesioner fungsional dan jenis kuesioner disfungsional. Dibawah ini merupakan
contoh dari kuesioner kano model yang dapat dilihat pada Tabel 1
Tabel 1
Contoh Pernyataan Kuesioner Kano Model
|
Customer requirement functional form
|
I like it that way
|
|
I must be that way
|
|
|
I am neutral
|
|
|
I can live with it that way
|
|
|
I dislike it that way
|
|
|
Customer requirement dysfunctional form
|
I like it that way
|
|
I must be that way
|
|
|
I am neutral
|
|
|
I can live with it that way
|
|
|
I dislike it that way
|
3.
Menyebarkan kuesioner.
4.
Memproses hasil kuesioner, kedua
jenis kuesioner kano model kemudian akan diklasifikasikan menjadi 6 (enam)
kategori kano yaitu : A (Attractive),
M (Must Be), O (One Dimensional), I (Indifferent),
R (Reverse), dan Q (Questionable). Hasil dari pengisian
kuesioner fungsional dan disfungsional selanjutnya akan diterjemahkan kedalam
matriks evaluasi kano. Dibawah ini merupakan matriks evaluasi kano yang dpat
dilihat pada Tabel 2.
Tabel 2 Matriks Evaluasi Kano Model
|
Customer Requirements
|
Dysfunctional
|
|||||
|
Like
|
Must Be
|
Neutral
|
Live With
|
Dislike
|
||
|
Functional
|
Like
|
Q
|
A
|
A
|
A
|
O
|
|
Must Be
|
R
|
I
|
I
|
I
|
M
|
|
|
Neutral
|
R
|
I
|
I
|
I
|
M
|
|
|
Live With
|
R
|
I
|
I
|
I
|
M
|
|
|
Dislike
|
R
|
R
|
R
|
R
|
Q
|
|
Keterangan :
A = Attractive (Menarik)
M = Must Be (Keharusan)
O = One Dimensional (Satu Ukuran)
I = Indifferent (Netral)
R = Reverse (Kemunduran)
Q = Questionable (Diragukan)
5.
Tindakan perbaikan.
Pembuatan
histogram dan matriks kano model didapat dari hasil perhitungan koefisien
kepuasan konsumen (CS) dan koefisien ketidakpuasan konsumen (DS) yang
dikemukakan oleh Boger, et al., (Sauerwein et al., 1996). Koefisien kepuasan
dan ketidakpuasan konsumen didapat dari perhitungan dengan rumus sebagai
berikut :
Koefisien kepuasan : CS = Fa + Fo / Fa + Fo + Fm + Fi
Koefisien ketidakpuasan : DS = Fo + Fm /(Fa + Fo + Fm + Fi) X (-1)
Keterangan :
f A = Total nilai kategori Attractive
(Menarik) pada variabel ke-i
f M = Total nilai kategori Must
Be (Keharusan) pada variabel ke-i
f O = Total nilai kategori One
Dimensional (Satu Ukuran) pada variabel ke-i
f I = Total nilai kategori Indifferent
(Netral) pada variabel ke-i
Pada perhitungan koefisien kepuasan
dan ketidakpuasan pada kano model tidak mengikutsertakan kategori R (Reverse) dan Q (Questionable) dalam perhitungannya karena untuk kategori R (Reverse) mengindikasikan adanya
pemikiran responden tentang pertanyaan kuesioner yang bertentangan dengan
kemauan surveyor dalam hal ini kategori R (Reverse)
merupakan kebalikan dari kategori One
Dimensional, sedangkan untuk Q (Questionable) dapat dihilangkan dari
analisis sampai kebingungan yang dialami oleh responden dapat diselesaikan atau
dengan kata lain hasil yang diperoleh pada kategori ini masih diragukan untuk
diikut sertakan dalam perhitungan koefisien kepuasan dan ketidakpuasan.
Komentar
Posting Komentar